Rabu, 16 Mei 2012

Putih


Seperti air, seperti aku
Tenang pada wadahnya
Kukira begitu

Tapi ia bergelombang hanya dengan getaran kecil
Kadang keras, kadang lembut
Bukan tentang merah aku bicara
Tapi hitam...
Hitam yang menurut mereka kelam
Hitam yang menurutku sendu
Seorang gadis menghormat katakan sesuatu tentang merah
Bagaimana itu membuat badai, atau terpa angin sejuk
Aku tak menyangkal, tapi..
Merah menciptakan hitam dalam riak airku
Karma berlaku, adalah sesuatu yang tak terhindarkan
Berlama-lama kubermain dengannya,
Semakin jauh aku dari mengerti..
Maafkan aku..
Gelombang itu telah lebih tenang,
Hanya menyisakan riak yang lembut
Membelai kasih sayang
Tapi,
Riak itu terganggu, tak lagi stabil
Menerima merah yang lain, yang merona dalam genggaman
Aku takut mengakuinya, aku tidak seyakin dulu
Namun ini hanya menambah hitam dalam perciknya
Hitam yang tersendu..

Kau dan aku, kita mirip
Tapi tak pernah aku ingin menjadi seperti ini
Tak pernah aku ingin  menyentuhnya seperti ini
Rapuh..
Aku akan melebur jika datang padanya
Seperti guci yang pecah dan menyisakan tetes-tetes tangis
Hitam yang semakin meluas

Jika ia memang berkata demikian,
Aku menerimanya, tak akan kutepis
Hanya saja jika penyebab getar ini menampik
Mungkin, aku tak sanggup berdiri lagi
_Kamar Kalibata, 22:51, 19 Desember 2011_

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar