Rabu, 16 Mei 2012

Tengoklah Sedikit Dirimu


Derita.
Ya, derita. Ia akan selalu menghampiri, bukan?
Tapi pernahkah kau pikir mengapa ia datang? Pernahkah kau renungi mengapa hanya dia?
Hanya rasa sakit..
Well, kuberitahu. Bukan hanya ia yang datang padamu.
Bukan, bukan begitu.
Tapi kaulah yang membuatnya datang padamu. Mengapa? Karena kamu yang melihatnya sebagai derita. Kamu yang merasakannya sebagai sakit. Perih. Kamu yang lakukan itu. 
Kamu yang memasukkan pikiran negatif pada otakmu. Kamu yang menganggapnya sebagai derita, sedang di kesempatan yang sama kamu bisa saja melihatnya sebagai peluang. Di kesempatan yang sama, kamu harusnya bisa melihatnya sebagai wujud kasih sayang. 
Kamu harusnya bisa melihatnya sebagai kegelapan dalam ruangan, yang ketika lampu menyala, orang-orang membunyikan terompet dan bersorak padamu: kejutan!! Dan seluruh orang akan menghadiahimu senyuman.
Kamu bisa saja demikian, bukan? Setiap manusia punya sebutan masing-masing pada setiap hal yang dijumpainya. Derita hanya kesalahan pada sudut pandangmu saja.
-3 Juni 2011-


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar