Jumat, 15 November 2013

Mungkin Besok


Seorang sahabat bukanlah orang yang selalu senang dan tertawa bersamamu, tapi dia yang juga sedih dan turut menangis dalam dukamu..
Seseorang yang berharga adalah dia yang mampu membuatmu tertawa, juga dia yang mampu membuatmu menangis karenanya, sebab itu berarti engkau menghartakannya..
Lalu bagaimana dengan kini?
Posisi seperti apa yang harusnya ditentukan?
Di saat tangisan, meski masih asing kudapati, namun seolah lumrah,
Seolah tidak ayal lagi untuk kualami..
Rasa-rasanya itu jamak, bermacam-macam, iro iro, terlalu berwarna-warni dibandingkan dengan tangis karena sedih, senang, marah, atau iri.
Bukan berarti aku tidak iri.
Indeed, aku sangat iri.
Kemampuan, keterampilan, keramahan, kesungguhan, bahkan terkabulnya do'a.
Semua hal itu membuatku iri.
Semua hal itu ingin kumiliki.
Tapi sebagaimana aku menginginkannya, maka aku tidak ingin melihat orang yang memilikinya itu terlalu dekat.
Sebagaimana aku berhasrat, aku semakin sadar betapa tidak layak aku mendapatkannya.
Tangis itu bermacam-macam, iro iro, berwarna-warni.
Sebab sudut mulutku tidak melulu tertarik ke bawah, tapi juga ke atas, terkerut dan bahkan menyamping membentuk garis datar, miris.
Maka apa yang bisa dilakukan?
Di saat pepohonan bergemerisik dalam kerahasiaan, bintang berpendar dalam pengamatan.
Tidak bisa. Aku tidak bisa bergerak.
Apa yang kuharapkan untuk terjadi dan apa yang tidak?
Mana bisa kuleraikan segalanya sedangkan kusut itu melilitku juga?
Pikiran yang dipenuhi oleh suara-suara, adakah mantap pilihan yang ia buat?
Lalu bagaimana dengan kini?
Rasa-rasanya itu banyak, kelap-kelip, terang gelap dan samar-samar.
Dan di saat gadis-gadis ayu merangkaikan cahayanya, aku hanya diam memandangi kerlipnya.
Entah kapan.
Maka kerlipnya itu indah, besar-kecil, cerah-sendu, berwarna-warni, iro iro.
Aku bahagia meneteskan air mata haru, kesedihan, amarah, kecemasan, kebahagiaan.
Itu artinya aku menghartakanmu, walau cahaya-cahaya keceriaan itu tidak jua terangkai menjadi satu lingkaran utuh.
Aku bahagia menatap warna-warna yang tercurah di sana.
Entah kapan.

_9 September 2013, 16.01_

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar