Senin, 17 Desember 2012

Hari ini...


Hari ini aku tak bertanya..
Hanya diam menatap refleksi pada jendela gerbong
Memikirkan hal yang sama, setiap malam
Tapi malam ini aku tak bertanya…
Malam ini tiada protes yang keluar dari mulut jahilku
Akan gelapnya, akan terangnya lampu dalam kereta
Yang membutakanku akan jalan raya di sana
Malam ini aku tak bertanya
Sebab aku tahu di mana dirimu
Apa yang kau katakan, bagaimana gerak-gerikmu
Dan aku tahu dengan siapa kau bersenda gurau
                Malam ini, aku tak mencari-cari..
                Bayang-bayang gedung tinggi yang kau diami
                Bayang-bayang yang tak pernah kutemui
                Pasalnya, kau tak di sana hari ini..
Hari ini aku tak bertanya..
Kopi apa yang kau seduh sendiri
Catatan apa yang kau bacakan di pojok kiri
Sepatu apa yang kau kenakan di pagi hari
                Aku tidak lagi ingin meragu
                Sebab aku tahu kau tiada pikirkan aku
                Sebab kau tahu tiada lirik dapat kau lagu
                Sepercik, lirikpun terartikan ambigu
Malam ini aku tak bertanya
Usangnya jaket yang kau kenakan
Cintanya ibu yang terus kau elukan
Siapa, dalam pikirmu yang engkau angankan
Pasalnya, aku telah melaju dalam kereta perburuan
                Hari ini, aku tak lagi memusingkan
                Akankah kau ingat masa-masa sungkan
                Ataukah kau luruhkan dengan tawa ingatan
                Hari ini, ku tak tahu apa yang kau pikirkan
                Hari ini, ku tak bertanya apa yang kau minta
Malam ini, pandangan yang kabur pada jendela
Tak lagi meminta kedua mataku ‘tuk menjelajah
Sebab aku, tak ada lagi kata tanya..
                Malam ini, sosokmu yang gelap terang dan remang-remang
                Menggenggam harapan mencoba untuk terbang
                Aku tahu takkan lagi menengok ke belakang
Malam ini aku tak lagi bertanya..
Apa kabarnya dirimu yang di sana
Sebab aku tahu, dan aku percaya
Percaya…
                Malam ini aku tak ingin bertanya
                Hanya temaram yang lembut membungkus sukma
                Dalam terang, jendela gerbong yang terpana
                Aku pergi, berharap kau baik-baik saja
               
_Duren Kalibata, 10 Desember 2012, 21.05

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar