Rabu, 16 Mei 2012

Temukanlah...


Hidup seperti sebuah buku yang dapat kau tulisi sesukamu. Kau bisa mengisinya dengan tulisan curahan hatimu, gambar-gambar kenangan indah suatu kebahagiaan, atau ilmu-ilmu untuk disimpan dan disebarkan kembali.
Cinta, aku menunggumu. Beberapa kali aku coba torehkan tawa pada buku hatiku, namun semua itu hanyalah palsu belaka. Mereka semua adalah samaran Sang Ego. Ego selalu berhasil mengajakku melakukan ini, melakukan itu. Tidak jarang Cinta Dunia meluluhkan diriku yang mulai hampa. Sedih seringkali mengetuk pintu rumahku, kemudian Tawa mulai tidak terkendali meminta alasan untuknya datang dan memenuhi rumahku.. Cinta, tolonglah aku. Beberapa kali aku mengundang Kagum untuk bermain pada gambar-gambar seorang atau dua orang, berharap ia bertumbuh dan mengundang Senyum. Tapi, yang datang selalu Kepalsuan. Aku menunggu kapan aku bisa menyentuh dan menggandeng tanganmu, sedangkan tamuku begitu banyak dan mereka tidak sering mendatangkan Manfaat untuk sekedar mencicipi teh buatanku..
Aku berusaha, setidaknya aku ingin mengatakan demikian, untuk menolak para Rasa yang datang silih berganti hingga memporak-porandakan rumah mungilku. Padahal, rumahku sudah cukup rapuh dengan ketidakhadiran Prinsip di kamarnya setiap kali Dunia memanggilnya.
Cinta, tolong aku. Aku ingin mengundangmu pada seseorang yang istimewa. Aku ingin menggandeng tanganmu, bukan tangan Ego atau Rasa Bersalah, untuk datang pada rumah-Nya. Aku ingin menghadiahkan kedatanganmu pada-Nya, Pemilik-mu.
Ikhlas seharusnya siap untuk menolongku bertemu denganmu...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar